Ayah Wa Tegaskan Pekerja Lokal Harus Dilibatkan Dalam Pembangunan Huntap
ACEH UTARA,TerasNews.com Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, SE, MM, yang akrab disapa Ayah Wa, menekankan pentingnya koordinasi dan pemerataan dalam pelaksanaan pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak bencana. Ia meminta pembagian pekerjaan kepada aplikator dilakukan secara teratur agar tidak menimbulkan permasalahan di tengah masyarakat. Kamis (29/10/2026)
Ayah Wa mengingatkan agar pelaksanaan pembangunan tidak berakhir pada satu aplikator di wilayah tertentu tanpa pengaturan yang jelas. Pembagian pekerjaan perlu disusun berdasarkan wilayah kecamatan sehingga proses pembangunan berjalan tertib dan masyarakat memperoleh pelayanan yang baik.
Menurutnya, keseragaman informasi di media sosial tidak selalu mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan. Sebab, tingkat kerusakan rumah dan kebutuhan masing-masing warga berbeda sehingga pelaksanaan pembangunan harus mengikuti data serta kondisi rumah penerima bantuan.
“Jangan sampai nanti muncul persoalan di lapangan karena masyarakat membanding-bandingkan rumah yang satu dengan yang lain. Oleh karena itu, aplikator pembagian harus diatur dengan baik,” demikian Arah Ayah Wa dalam pembahasan pelaksanaan pembangunan rumah tersebut.
Ia juga meminta pihak terkait segera mengatur pembagian wilayah kerja aplikator, termasuk memberikan kesempatan kepada aplikator lokal untuk berpartisipasi. Koordinasi yang baik dinilai penting agar pembangunan dapat dipercepat tanpa menimbulkan tumpang tindih pekerjaan.
Selain itu, Ayah Wa menegaskan bahwa pembangunan rumah harus menjadi prioritas utama. Seluruh pihak yang terlibat diminta bekerja dengan serius agar yang telah dialokasikan benar-benar dapat diwujudkan menjadi rumah layak bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, ia menjelaskan bahwa mekanisme pembangunan melibatkan pemilik rumah, termasuk dalam pengelolaan dana yang disalurkan ke rekening penerima. Oleh karena itu, ketersediaan bahan bangunan, tenaga kerja, serta pendampingan teknis harus dipersiapkan secara matang agar masyarakat tidak mengalami kesulitan selama proses pembangunan.
Ayah Wa juga menyoroti pentingnya pemberdayaan tenaga kerja lokal, khususnya masyarakat Aceh Utara yang membutuhkan pekerjaan. Ia meminta aplikator tidak hanya mendatangkan pekerja dari luar daerah, tetapi juga merekrut dan melatih tenaga kerja setempat.
Menurutnya, tenaga kerja berpengalaman dari luar daerah dapat ditempatkan sebagai tenaga pengarah atau instruktur untuk membimbing pekerja lokal dalam proses pembangunan rumah.
Dengan pola tersebut, pekerja lokal dapat mempelajari teknik pemasangan material dan metode konstruksi yang digunakan, sehingga ke depannya mereka mampu mengerjakan pembangunan secara mandiri.
Ia menilai langkah tersebut penting mengingat jumlah rumah yang harus dibangun sangat besar, sehingga tidak mungkin seluruh kebutuhan tenaga kerja terus bergantung pada pekerja dari luar daerah.
“Tenaga kerja lokal harus dilibatkan dan diajari. Pekerja yang sudah berpengalaman bisa membimbing masyarakat setempat agar mereka memahami teknik pembangunan yang digunakan. Dengan begitu, pekerjaan lebih cepat selesai dan masyarakat juga mendapatkan manfaat ekonomi,” menjadi inti Arah tersebut.
Ayah Wa berharap koordinasi antara pemerintah daerah, aplikator, pemilik rumah, dan tenaga kerja dapat berjalan maksimal. Ia meminta seluruh pihak mengutamakan penyelesaian pembangunan rumah sesuai kebutuhan masyarakat, dengan tetap memperhatikan kualitas pekerjaan dan penyelesaian pelaksanaan di lapangan.
[Zulfikar]


Posting Komentar